Slide background
ATTN

ASAL TUJUAN TRANSPORTASI NASIONAL

SURVEI
BARANG
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN
Slide background
Slide background

SURVEI - Asal Tujuan Transportasi Nasional Barang [ ATTN-Barang ]

[powr-countdown-timer id=14473219_1459239995875]

Survei ATTN Barang untuk Menekan Biaya Logistik

Home »  Berita Utama »  Survei ATTN Barang untuk Menekan Biaya Logistik

Survei ATTN Barang untuk Menekan Biaya Logistik

On April 12, 2016, Posted by , In Berita Utama, With No Comments
Survei Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) Barang Tahun 2016 tujuan utamanya untuk menekan logistic cost atau biaya logistik yang hingga saat ini dinilai masih sangat tinggi.

“Perintah Presiden Joko Widodo kepada kami Badan Litbang Perhubungan agar membuat sistem transportasi barang yang lebih efektif dan efisien sehingga dapat menurunkan biaya logistik,” kata Kepala Badan Penelitian dan Perhubungan (Litbang) Perhubungan DR. Elly Adriani Sinaga, M.Sc., saat membuka kegiatan sosialisasi survei ATTN Barang Tahun 2016 di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/3/2016).

Hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Ir. Satrio Hidayat, Sekretaris Badan Litbang Perhubungan Ir. Sugiadi Waluyo, ME., Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno, para Kepala dinas terkait di Provinsi Jawa Tengah, Para Ketua Asosiasi, dan Para Pimpinan Perusahaan, serta stake holder lainnya. Sedangkan penyampaian materi dilakukan oleh peneliti utama Badan Litbang Perhubungan Drs. Soeripno, Ms.Tr.

Elly mengatakan, salah satu penyebab lemahnya daya saing ekonomi nasional adalah akibat masih tingginya biaya logistik, yakni mencapai 24% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp1.820 triliun per tahun.

Bahkan biaya logistik di Indonesia merupakan paling tinggi di dunia. Jauih lebih tinggi dibandingkan dengan Malaysia yang hanya 15%, serta AS dan Jepang yang masing-masing sebesar 10%.

“Melalui survei ATTN Barang inilah kami berusaha mencari formulasi sistem angkutan barang yang lebih efektif dan efisien sehingga dapat menekan biaya logistik seperti yang diperinrahkan oleh Presiden Joko Widodo,” kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Kabodetabek (BPTJ) ini.

Elly menegaskan, data tentang asal dan tujuan pergerakan barang itu juga sangat dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan yang terkait dengan kebijakan investasi di bidang sarana dan prasarana transportasi, kebijakan operasional, kebijakan pengelolaan, bahkan kebijakan pengaturan dan regulasi transportasi.

“Hasil survei ATTN Barang ini menjadi modal dasar bagi para pengambil keputusan untuk merencanakan pembangunan dan pengembangan wilayah dengan memanfaatkan jaringan transportasi yang tepat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Elly kembali menegaskan bahwa survei ATTN Barang tidak berkaitan dengan pajak, melainkan hanya untuk memperoleh gambaran tentang sejauhmana pertumbuhan dan perkembangan jumlah maupun pola pergerakan barang antar wilayah atau antar zonam

“Jadi para pengusaha tidak perlu khawatir. Survei ATTN Barang ini dibatasi hanya penelitian tentang volume dan pergerakan barang. Tidak meneliti nilai atau harga barang,” kata Elly.

Seperti pada kegiatan sosialisasi-sosialisasi yang telah dilakukan di berbagai daerah, pada kesempatan sosialisasi di Jawa Tengah juga Elly kembali menyampaikan harapan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk para pengusaha yang akan menjadi responden survei.

“Apalagi pada survei ATTN Barang tahun ini menggunakan metode yang berbeda dengan survei ATTN tahun-tahun sebelumnya,” kata Elly.

Menurutnya, survei ATTN sudah dilakukan sejak tahun 1996. Kegiatannya dilakukan secara berkala, setiap lima tahun sekali. Survei ATTN yang terakhir dilakukan pada tahun 2011.

Metode survei tahun sebelumnya lebih banyak menggunakan metode wawancara langsung kepada pengemudi angkutan barang. Sedangkan tahun ini metodenya diubah dengan melakukan wawancara langsung dengan para pengusaha angkutan dan pemilik atau pengelola barang. Selain itu menggunakan juga e-survei dan pos.

“Sedangkan survei ATTN Orang menggunakan metode Big Data dengan memanfaatkan jaringan telepon seluler,” ujarnya.

Permbedaan metode survei itulah yang membuat pelaksanaan survei ATTN Barang dan ATTN Orang tidak dilakukan secara serentak. ATTN Orang rencananya akan dilakukan pada tahun 2017.

Survei ATTN Orang belum bisa dilakukan tahun ini karena masih harus melakukan sinkronisasi dengan intansi lain seperti dengan para provider telepon seluler dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Tapi prinsipnya seluruh provider telepon seluler dan Kemenkominfo setuju dan mendukung metode survei Big Data ini. Tinggal melakukan koordinasi dan sinkronisasi yang lebih erat lagi,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Ir. Satrio Hidayat mengaku sangat mendukung survei ATTN Barang yang dilaksanakan oleh Badan Litbang Perhubungan.

“Saya meminta agar seluruh para kepala dinas perhubungan di Jawa Tengah untuk memberikan dukungan semaksimal mungkin terhadap program pemerintah pusat ini,” kata Satrio.

Satrio meyakini, survei ATTN Barang ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Jawa Tengah karena survei ATTN Barang ini dapat menghasilkan sistem pengangkutan barang atau logistik yang lebih efektif dan efisien. (aliy).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *